MRI adalah imaging yang sangat diperlukan di bidang neurologi dan neurosurgeri. MRI dapat memberikan gambaran detil otak, tulang belakang dan pembuluh darah yang dapat divisualisasikan ke dalam tiga potongan (axial, coronal dan sagital).
Basicnya adalah penggunaan energi Radio Frequency (RF) yang berasal dari magnetisasi atom-atom nukleus tubuh manusia . Tiap-tiap bagian tubuh mempunyai RF yang berbeda-beda. Repetition Time (TR) adalah lamanya waktu pada sekuens yang memberikan gambaran pada slice yang sama. Time to Echo (TE) adalah lamanya waktu antara pengiriman RF dan diterima oleh sinyal echo.
Sebelum masuk ke dalam macam-macam sekuens MRI, Berikut ini terminologi yang dipakai untuk menyebutkan gambaran pada MRI:
- Intensitas sinyal
- high signal intensity = putih
- intermediate signal intensity = abu-abu
- low signal intensity = black
- Perbandingan intensitas sinyal
- hyperintense = lebih terang
- isointense = sama terang
- hypointense = lebih gelap
1. T1 weighted dan T2 weighted adalah sekuens MRI yang paling sering digunakan. T1 weighted terbentuk menggunakan waktu TE dan TR yang pendek, sedangkan T2 weighted terbentuk menggunakan waktu TE dan TR yang lebih panjang.
T1 dan T2 sangat berguna untuk melihat cairan serebrospinal. Cairan cerebrospinal akan terlihat gelap pada T1 (low signal intensity) dan terang pada T2 (high signal intensity). Hal ini juga berlaku untuk semua zat dalam butuh yang berupa cairan. Sebaliknya lemak akan terlihat terang baik di T1 maupun T2.
2.Fluid Attenuated Inversion Recovery (FLAIR). Sekuens ini serupa dengan T1-T2, hanya saja waktu TE TR nya sangat panjang. Dengan menggunakan sekuens ini, maka cairan cerebrospinal yang normal akan terlihat gelap tetapi yang abnormal akan terlihat terang. Sekuens ini sangat sensitif untuk mencari gambaran-gambaran patologis terutama pada cairan serebrospinal.
3. DWI (Diffusion Weighted Image) prinsipnya adalah transportasi air di dalam sel. Molukel air bergerak bebas di luar sel (ekstraseluler), tetapi sangat terbatas pergerakannya di intraseluler. Proses difusi biasanya akan terhambat pada keadaan patologi tertentu, semisal pada jaringan otak yang mengalami ischemia. Selama ischemia, pompa Natrium-Kalium sel menjadi terhenti sehingga natrium terakumulasi di dalam sel. Karena gangguan pompa sel ini akibatnya pergerakan air juga terhenti, yang mengakibatkan terjadinya gambaran terang pada DWI. DWI sangat sensitif untuk mendeteksi stroke akut.
4. STIR Image. Short Tau Inversion Recovery. Sangat sensitif dengan gambaran air dan menekan sinyal yang berasal dari jaringan lemak. Jadi perbedaannya dengan T2 adalah, pada STIR image, hanya cairan saja yang cerah. Evaluasi T1 dan STIR sangat berguna untuk melihat jumlah air atau lemak pada bagian tubuh tertentu. Biasa dipakai untuk vertebrae.
5. T2 Gradient Echo. Digunakan untuk melihat darah, seperti pada cerebral hemangioma.
6. Gadolinium contrast. Gadolinium adalah kontras yang bersifat non-toxic dan paramagnetik. Gadolinium ini akan mengubah intensitas sinyal pada T1 menjadi lebih pendek sehingga gadolinium akan terlihat sangat terang pada T1 weighted images. Penggunaan kontras gadolinium sangat berguna untuk melihat struktur vaskuler dan adanya gangguan pada blood-brain barrier seperti tumor, abses, dan reaksi inflamasi.
Sumber:
- https://casemed.case.edu/clerkships/neurology/Web%20Neurorad/MRI%20Basics.htm
- https://www.radiologymasterclass.co.uk/tutorials/mri/mri_application